Alter Imaginaries Beta · v0.1

Siapa yang berhak menentukan pengetahuan?

Kampus, media, dan lembaga pendana diam-diam menetapkan aturannya sendiri tentang pengetahuan mana yang dianggap sah. Alter Imaginaries menelusuri apa yang terjadi ketika pengetahuan lahir di luar aturan itu, dan kenapa itu penting, buat siapa saja, bukan cuma yang ada di dalamnya.

Ada aturan tak tertulis soal siapa yang boleh tahu.

Selama ini, pengetahuan dinilai lewat ukuran yang ditetapkan negara, kampus, pasar, dan lembaga pendana. Kalau memenuhi itu, dianggap kredibel. Kalau tidak, dianggap belum cukup ilmiah.

Jadi siapa sebenarnya yang memutuskan?

Kelima hal ini, dengan caranya masing-masing, menentukan pengetahuan mana yang diakui sah.

Kampus & Publikasi Ilmiah

Siapa yang menentukan apa yang dianggap "ilmiah"?

Kampus dan jurnal ilmiah menyaring riset mana yang dianggap valid. Standar penilaiannya, peer review, dibangun dari kebiasaan akademis Barat, dan menguntungkan orang yang mampu bertahun-tahun bekerja tanpa dibayar layak sampai mencapai posisi yang menentukan standar itu.

Media

Siapa yang menentukan apa yang "layak diberitakan"?

Media memilih isu mana yang dianggap berita. Pilihan itu ikut membentuk apa yang dianggap masyarakat sebagai kenyataan atau hal penting. Mogok kerja dan gerakan buruh diberitakan sebagai gangguan aktivitas sehari-hari, bukan sebagai politik, dan kerja perawatan, baik yang dilakukan keluarga maupun tenaga dan pekerja kesehatan, jarang dianggap layak ditayangkan karena tidak spektakuler apalagi menjual.

Pemberi Dana

Siapa yang menentukan pertanyaan riset yang boleh diajukan?

Pemerintah, industri, dan donor mendanai riset yang menguntungkan kepentingan mereka sendiri. Topik yang terkait keuntungan industri cepat dapat dana. Riset soal kesehatan transgender, disabilitas, atau kerja informal dan gig, kesehatan kelompok marginal, biasanya harus menunggu bertahun-tahun lebih lama untuk didanai dibanding riset yang punya keuntungan ekonomi jelas.

Kredibilitas

Siapa yang dipercaya?

Klaim yang sama dinilai berbeda tergantung siapa yang menyampaikannya. Gelar atau posisi resmi itu, secara historis, lebih banyak dipegang laki-laki, dan orang yang mampu mengakses pendidikan tinggi. Perempuan dan orang dari kelas pekerja yang bicara soal pengalaman mereka sendiri, soal sakit, kerja, atau kekerasan, harus berjuang lebih keras hanya untuk dipercaya sebagai peramu pengetahuan yang layak dan paham tentang hidup mereka sendiri.

Pengetahuan Adat & Lisan

Pengetahuan apa yang tidak pernah masuk laporan?

Sebagian besar pengetahuan ini adalah yang selama ini dijaga masyarakat adat: pengetahuan tentang tanah dan lingkungan, ritual, sejarah lisan yang diwariskan dari leluhur, tetap hidup lewat ingatan dan praktik karena memang tidak pernah ada tempat resmi untuk mencatatnya.

Kelima hal ini tidak pernah benar-benar bisa menutup pengetahuan itu. Yang berubah cuma ke mana kita harus mencarinya.

Pengetahuan terus dibuat, meski tidak selalu diakui.

Ketika sebuah pengetahuan tidak punya ruang di dalam institusi, bukan berarti ia berhenti tumbuh. Orang-orang terus mencari cara untuk membuatnya, merawatnya, dan membagikannya.

Alter Imaginaries

Itu yang bikin kami penasaran. Sejak 2026, kami menelusuri bagaimana pengetahuan alternatif dibuat dan dirawat.

Kami mengumpulkan cerita, praktik, obrolan, dan pertanyaan soal bagaimana itu dibuat, dirawat, dan dibagikan di seluruh Indonesia.

Alter Imaginaries
alterimaginaries
Ikuti
Eksperimen kecil

Ceritakan pengetahuanmu. Ini bagian dari riset kami, sekaligus eksperimen metode kreatif, untuk mengangkat cerita orang-orang tentang pengetahuan alternatif. Barangkali hal yang buat kamu terasa biasa saja justru pengetahuan yang penting untuk dibagi. Pengetahuan sehari-hari apa yang kamu tahu, tapi jarang dianggap "pengetahuan"?

Sampul zine Jalan Pengetahuan Alternatif
Jalan Pengetahuan Alternatif

Baca ini dulu

Salah satu hasil pertama dari proyek ini: zine berisi esai reflektif yang mengumpulkan jejak pemikiran dan praktik pengetahuan alternatif dari roundtable "Merintis Jalan Pengetahuan Alternatif" di Makassar International Writers Festival 2026.

Baca (Gratis) →

Mau tahu apa yang kami temukan selanjutnya?

Cerita dan temuan baru, langsung ke inbox kamu.